Rias Pengantin Jogja Paes Ageng

Rias Pengantin Paes Ageng Modifikasi

PENGANTIN Jawa memang memiliki riasan wajah dan rambut khusus, dan sejauh ini disebut sebagai riasan pengantin yang paling sulit. Karena itu, merias pengantin Jawa yang menggunakan Paes Ageng tidak boleh sembarangan. Ada pakem-pakem tertentu yang harus dilakukan secara tepat dan tidak boleh salah. Ada ukurannya, dan disesuaikan dengan bentuk wajah dan dahi si pengantin. Digambar dulu pakai pensil alis. Setelah itu tebalkan dengan pidih , selapis demi lapis sampai ke rambut. Baru selesai pakai prada.

Saat ini banyak tersedia Paes Ageng dalam bentuk tempel. Namun paes ageng yang ditempel hasilnya tidak terlalu baik. Itupun membuktikan bahwa sang perias juga malas atau digunakan untuk menutupi kekurangterampilannya. Memasang prada memang agak susah, sehingga perias perlu mempelajari dulu seperti apa dan bagaimana ukurannya.

Siapa yang cocok menggunakan Paes Ageng?  Pada prinsipnya, bentuk wajah apapun cocok menggunakan tata rias manten gaya Yogyakarta (corak Paes Ageng dan Jogja Putri). Jangan pernah ragu untuk memilih tata rias yang diinginkan. Seorang perias manten sifatnya hanya mengikuti keinginan calon pengantin dalam menentukan tata rias yang disenangi.  Di tangan perias yang profesional, semua tata rias yang diinginkan pengantin, akan terlihat pas, cantik dan “manglingi”.

Malu pakai dodot/basahan karena ‘terbuka’? Rias Pengantin gaya Jogja Kanigaran hampir sama dengan Jogja Paes Ageng, hanya saja pengantin memakai dodot kemudian memakai busana dari bludru dengan corak Jogja.  Gaya Jogja Kanigaran ini juga biasa dipakai untuk pernikahan di Kraton Jogjakarta.  Rias Pengantin dengan gaya Jogja kanigaran ini dapat juga dimodifikasi dengan beskap model surjan dan rompi dari bahan kebaya dengan warna yang diinginkan untuk acara istimewa pernikahan anda.

Leave A Comment